Rampung Dibangun, Tengok Potret Megahnya Rusun Khusus Disabilitas di Solo

Wecome Pusat Changer di Situs Kami!

The Design Fairy, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan Apartemen Profesor. Dr. Soeharso dari Kementerian Sosial Bidang Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) di kota Surakarta (Solo), Jawa Tengah. Rampung Dibangun, Tengok Potret Megahnya Rusun Khusus Disabilitas di Solo

Apartemen bagi penyandang disabilitas ini diserahkan kepada Kementerian Sosial dengan cara serah terima bangunan vertikal beserta perabot dan prasarana serta sarana pendukungnya. Terkini: Sri Mulyani Prediksi Ekonomi Tumbuh 5 Persen, Deretan Janji Anies ke Para Pengemudi Ojol

“Kami serahkan kunci apartemen kepada Kementerian Sosial agar penyandang disabilitas dan masyarakat yang membutuhkan pelayanan sosial (PPKS) dapat segera menempati hunian vertikal ini,” kata Direktur Apartemen Direktorat Jenderal Perumahan ini. , Kementerian PUPR, Ashwin Grandiarto Sukhar, dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/3/2024).

Aswin juga menegaskan, pembangunan apartemen ini merupakan bentuk sinergi Kementerian PUPR dan Kementerian Sosial dalam upaya mendukung penyediaan perumahan bagi masyarakat miskin (PPKS).

Selain solusi konstruksi khusus, Kementerian PUPR juga melengkapi hunian tersebut dengan furnitur. Dengan tujuan agar warga dapat hidup nyaman.

Kementerian PUPR berharap apartemen-apartemen tersebut dapat segera dikelola dan dipelihara dengan baik agar pemanfaatannya dapat optimal, ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksana Perumahan Jawa III Siamsiar Noorhayadi mengatakan BBRSPDF Prof. Apartemen ini dilengkapi dengan furnitur di setiap unitnya serta infrastruktur, amenitas dan jaringan utilitas (PSU) di kawasan apartemen.

Kriteria calon penghuni apartemen tersebut adalah membutuhkan pelayanan sosial, kata Samsiar. Rampung Dibangun, Tengok Potret Megahnya Rusun Khusus Disabilitas di Solo

Profesor Dr., Kepala Pusat Terpadu. Soeharso Surakarta Mas Kahono Agung Suhartoyo berharap gedung ini dapat dijadikan hunian yang cocok bagi mereka yang membutuhkan layanan kesejahteraan.

“Kami akan segera meminta mereka yang membutuhkan pelayanan sosial yang terdaftar untuk tinggal di apartemen tersebut untuk melapor,” ujarnya.